Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 Oktober 2012

Sejenak kita Ingat - Matahari Tak Lagi

Mari kita habiskan waktu untuk menangis (jika memang ingin menangis)
Mari kita habiskan waktu untuk merenung (jika memang untuk menelaah)

Mari sejenak kita pelajari 5 hari ini
Langkahmu bisa dimulai, tapi juga bisa terhenti

Dan ketika waktu mulai beranjak
Ketika kau pun mencoba menerka, mencoba ada di tengah

Kau tahu, kau terlambat

Bye

(Lima hari ini saya membongkar-bongkar file tahunan yang ingin saya kunjungi, mencoba memastikan sebelum berangkat, belum sampai pintu, yup waktu Anda habis. Hmmmm, okay, be strong!!!!!)

Sabtu, 20 Oktober 2012

Bohong!

Semudah angin menerbangkan daun kering dan mendaratkannya di teras rumah, semudah seperti itu hari ini. Melihat pelangi tanpa diantar hujan. Mendengar suara tanpa langkah. Aku tahu. (Repost status FB akhir Januari 2012 kemarin)

Bagaimana rasanya ketika orang-orang yang kita percaya ternyata berbohong? haha, segera masukkan orang-orang itu ke list "orang-orang ga penting", case closed!

Sabtu, 15 September 2012

Sesi itu

Menikmati seninya sesi dalam hari yang terus membahana sampai menjelang menutup mata

Menjelang atau ketika Subuh besok, senyumku pasti masih ada, :)


Night

Kamis, 08 Desember 2011

Kau = Kilau

Dengan sejumlah dolar
ia sampai ke negriku
berkilau indah pelengkap cahaya mentari

Sekali saja, kuajak ia mengunjungi tanah kelahiran
Setelahnya, menyapa sejenak kota sebelah
Bukankah kota itu mengenalku?
Tak ingatkah salam-salam yang dititipkan dari Jakarta?
Tak ingatkah pada mataku yang selalu mengakrabi dari balik kaca mobil?

Ia baru 3 bulan bersamaku
Kemarin baru saja kukagumi kilaunya--entah keberapa

Sudah 36 jam, jejaknya tak tertangkap lagi


(Sedih mengingat sahabatku berkata "Ridha, ini untukmu")
(Sedih karena Allah mengambilnya ketika cinta ini tengah bertumbuh dengan hebat)
(Sedih karena orang yang membersamaimu sekarang mungkin tak mengerti artimu bagiku)

(Sedih mengingat kau menjadi milikku karena kebaikan&ketulusan sahabat)
(Sedih karena rasa bersalah, mencoba terlalu menjagamu, yang sangat terlalu, sampai aku melupakanmu, how did it happen?)
(Sedih karena kenangan buruk mulai membuntuti kota yang indah itu, tempat dimana ia pergi)

******


Selamat tinggal jam tangan cantikku, aku masih berharap, ada orang baik mengantarkanmu padaku, yang selalu mencintaimu

Sabtu, 19 November 2011

19-11

Sekian waktu kau terwarnai sekitarmu, sekian waktu itu jua kau mewarnai sekitarmu
Kau bisa menjadi seperti matahari, menyinari segala semesta, ruang, dan jiwa yang membutuhkan
Kau juga bisa seperti rembulan, yang lembut terhadap keriuhan bintang
Pernah kau kata, impian-impianmu selalu tampak di depan mata, tapi kau ragu apakah kan tergenggam
Milyaran detik mengantarkanku pada keyakinan akan semua mimpimu, semua yang kau pinta dari Nya
Sahabatku, apapun yang menjadi citamu, kejarlah, perjuangkan apa yang penting bagimu, yang pantas kau dapatkan
Kau tahu? Sedih atau bahagiamu, pasti jadi sedih atau bahagiaku
Jadi, harapan-harapan baikmu…., pasti mengalir dalam doa-doaku
Setulus kebaikan yang kau beri untuk sesama, berlimpah kebaikan kan kau dapatkan, pasti.

Selamat ulang tahun sahabat terbaikku
Tidak ada tart, lilin, atau adukan tepung & telur
Tapi ada lebih dari sejuta selamat untukmu
Dariku, dari daun di pohon sana, dari gerimis, dari pantai…
Dari segala yang kulintasi, mereka menitipkan selamat untukmu

Semoga jalan depan dari usia ini adalah jalan utama berlimpah berkah
Yang kan selalu dalam lindungan-Nya, Amin

(Ditulis untuk seorang sahabat yang berulang tahun di hari ini; 19-11 dua tahun lagi kita jelajahi sabang-merauke ya, hehe)

Senin, 14 November 2011

dan atau

Tujuh dan satu
Tujuh itu mereka, satu itu aku
Tujuh itu untukku, satu itu untuknya
Tujuh itu untuk baikku, satu itu untuk bahagianya kita

dan...., bukan atau....

ataukah sebenarnya...... atau yang kupaksa menjadi dan?

Nafas itu lagi
menikmatinya tanpa mau ada titik
Membuncah dengan sekuatnya
Menciptakan energi, yang lagi dan lagi
seolah, kusanggup hadapi apapun

ini inginku
katakan padaku
bolehkah?

seperti dulu, kau-aku, tanyakan semua
lalu kita rasakan, memiliki itu indah, memiliki menjadikan kita manja

Selasa, 08 November 2011

........

Akan tiba juga, kurasa
Sang merpati belum tampak

Lalu, diam
dan diam

Jatuh
dan jatuh

Mengkristallah
danau itu hijau? biru?
entahlah, tak jelas lagi

(episode terdiam)

Senin, 07 November 2011

Sejenak

Hey, di sini rupanya
............................
kemarin itu...
aku sungkan
Apa kabar?

Great, always
Kupesankan sop matahari
dingin, di luar hujan
sungkanku sejengkal di depanmu

Ini tak lama
kecap saja yang sejenak ini
kita tahu seharian kita akan tersenyum karena ini

Pasti.
Kupesankan lagi ya
teh hangat, pisang goreng, puding, apalagi?

Apa saja
Kau serius tak pulang hari ini?
Bagaimana dengan....

Besok. Tambah apa lagi?

(edisi idul Adha - tanpa menikmati kambing)

Senin, 26 September 2011

Rindu

Rindu itu bisu
Rindu itu syahdu
Jangan sediakan telinga untuk mendengar
Tapi sediakan hati untuk menjawab

(Pemeran utama di sebuah sinetron membacakan sajak ini kepada pemeran kedua)


*Jika Allah berkehendak, ada suatu masa dimana kita akan saling bercerita tentang menariknya perjalanan-perjalanan yang telah kita tempuh

Sabtu, 14 Mei 2011

Pikiran ==> Kebahagiaan

Untuk bahagia,
tak perlu banyak hal;
ada dalam dirimu sendiri,
dalam caramu berpikir.

(Marcus Aurelius)

Aku Datang Dengan Alasan

Jangan raba hati ini
Bertanyalah
Ada jawaban jujur
Ada alasan yang tak sempat kau tahu
Karna dini hari ketika kusampai
kau suruh aku bergegas pulang

(Ahad, 7 Maret 2010)

Kamis, 23 September 2010

42 jam yang lalu.....

Suatu Siang Di Kota M

jalan menggelombang di bawah angin
berguguran daun-daun asam
barangkali ada yang masih akan kaukatakan padaku
sebelum kaututup kopormu

atau diamlah sementara burung-burung di atap rumah
mengibaskan terik kemarau
sekali waktu kita harus memilih kata-kata
dalam ruang hampa udara

aku pun menabikmu: selamat
dimana akhirnya kita ucapkan kalimat terbaik
sewaktu daun-daun diayunkan angin
sebelum kaututup kopormu

(Sapardi Djoko Damono)

Senin, 13 September 2010

Hati

Hati tidak perlu memilih, ia selalu tahu kemana harus berlabuh (Dee, Perahu Kertas; Kamu bukan baru saja tahu, tapi sedari dulu kamu sudah tahu, tinggalkan sesuatu yg terdapat keraguan di dalamnya)

Dan ini adalah rencana B' dan C' sebelum menuju Z, setelah kulupakan rencana B dan C : menyelesaikan semua urusan di Yogya, and then....., maen2 ke Bandung..., ^_^

Jumat, 04 Juni 2010

Hujan Bulan Juni

Aq terjebak dalam sebuah unfinished feeling, yang sebelumnya, aq pikir telah selesai. Airmata inilah bukti bahwa aq belum bisa keluar dari ruang itu. (untuk malam yg membuatku tersadar, dan membuatku enggan u terbangun esok paginya).....

Sajak ini...
Hujan Bulan Juni (Sapardi Djoko Damono)

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga